Data tenaga kerja Batam dapat digunakan untuk memahami kondisi pasar kerja, peluang penyerapan tenaga kerja, dan tantangan pengangguran di kota industri ini. Namun, membaca kondisi ketenagakerjaan tidak cukup hanya melihat jumlah orang yang bekerja atau persentase pengangguran. Ada beberapa indikator penting yang perlu diperhatikan, seperti angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), serta lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2024 tercatat sebesar 7,68 persen. Sementara itu, publikasi BPS Provinsi Kepulauan Riau untuk Agustus 2025 mencatat TPT tingkat provinsi sebesar 6,45 persen. Kedua angka tersebut memiliki cakupan wilayah berbeda sehingga tidak boleh dianggap sebagai perbandingan langsung kondisi pengangguran Batam dari tahun ke tahun.
Memahami perbedaan indikator dan periode pengukuran menjadi penting bagi masyarakat, pencari kerja, pelaku usaha, maupun perusahaan yang ingin membaca perkembangan pasar tenaga kerja di Batam.
Mengapa Data Ketenagakerjaan Batam Penting?
Batam memiliki karakteristik ekonomi yang kuat pada sektor industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, dan berbagai kegiatan jasa. Aktivitas ekonomi tersebut menciptakan kebutuhan tenaga kerja dengan latar belakang pendidikan, keterampilan, dan pengalaman yang berbeda.
Data ketenagakerjaan membantu menjawab sejumlah pertanyaan penting:
- Berapa banyak penduduk usia kerja yang masuk dalam angkatan kerja?
- Berapa besar persentase angkatan kerja yang belum memperoleh pekerjaan?
- Apakah partisipasi penduduk dalam pasar kerja meningkat atau menurun?
- Sektor ekonomi apa yang memiliki peran besar dalam penyerapan tenaga kerja?
- Apakah pertumbuhan aktivitas industri diikuti oleh penyerapan tenaga kerja?
Informasi tersebut berguna untuk memahami pasar kerja secara lebih objektif. Bagi pencari kerja, data dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan keterampilan yang perlu dikembangkan. Bagi perusahaan, informasi ketenagakerjaan dapat membantu membaca kondisi ketersediaan tenaga kerja.
Bagi pemerintah, indikator tersebut dapat menjadi salah satu dasar dalam menyusun kebijakan pelatihan, pendidikan vokasi, dan penciptaan kesempatan kerja.
Memahami Indikator Utama Data Tenaga Kerja Batam
Sebelum membaca angka statistik, masyarakat perlu memahami beberapa istilah yang digunakan BPS.
1. Penduduk Usia Kerja
Penduduk usia kerja adalah penduduk yang berumur 15 tahun ke atas.
Kelompok ini tidak semuanya bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Sebagian masih bersekolah, mengurus rumah tangga, atau melakukan kegiatan lainnya.
Karena itu, jumlah penduduk usia kerja tidak sama dengan jumlah angkatan kerja.
2. Angkatan Kerja
Angkatan kerja merupakan penduduk usia kerja yang bekerja atau menganggur.
Dengan kata lain, kelompok ini mencakup:
- Penduduk yang sedang bekerja.
- Penduduk yang sementara tidak bekerja tetapi masih memiliki pekerjaan.
- Penduduk yang menganggur sesuai konsep dan kriteria statistik BPS.
Angkatan kerja menjadi indikator penting untuk mengetahui besarnya penduduk yang terlibat dalam kegiatan ekonomi melalui pasar kerja.
Sebagai ilustrasi, apabila suatu wilayah memiliki 500.000 penduduk usia kerja dan 350.000 di antaranya masuk dalam angkatan kerja, berarti terdapat 150.000 penduduk usia kerja yang berada di luar angkatan kerja.
Angka tersebut hanya contoh perhitungan, bukan data aktual Kota Batam.
3. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)
TPAK menunjukkan persentase penduduk usia kerja yang termasuk dalam angkatan kerja.
Rumusnya:
TPAK=frac text Jumlah Angkatan Kerja text Jumlah Penduduk Usia Kerja times100%
Semakin tinggi TPAK, semakin besar proporsi penduduk usia kerja yang terlibat dalam pasar kerja, baik sebagai pekerja maupun pencari kerja.
Namun, TPAK yang tinggi tidak otomatis berarti kondisi ketenagakerjaan lebih baik. Angka tersebut tetap perlu dibaca bersama indikator pengangguran dan kualitas pekerjaan.
4. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
TPT merupakan persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Rumusnya:
TPT=frac text Jumlah Penganggur text Jumlah Angkatan Kerja times100%
Sebagai contoh, apabila terdapat 350.000 orang dalam angkatan kerja dan 28.000 orang menganggur, maka:
TPT=frac 28.000 350.000 times100% =8%
Artinya, terdapat sekitar delapan orang penganggur dari setiap 100 orang angkatan kerja.
TPT bukan persentase pengangguran dari seluruh penduduk Kota Batam. Penyebutnya adalah jumlah angkatan kerja, bukan jumlah penduduk keseluruhan.
Data Ketenagakerjaan Kota Batam Berdasarkan BPS
Gambaran pengangguran Batam pada Agustus 2024
Publikasi resmi BPS Kota Batam berjudul Keadaan Ketenagakerjaan Kota Batam, Agustus 2024 dirilis pada 3 Desember 2024.
Publikasi tersebut mencatat:
| Indikator | Agustus 2024 |
|---|---|
| Penduduk bekerja | 606.492 orang |
| Pengangguran | 50.431 orang |
| Angkatan kerja | 656.923 orang |
| TPT | 7,68% |
| TPAK | 69,83% |
Sumber: BPS Kota Batam, Sakernas Agustus 2024. Angka penduduk bekerja, pengangguran, dan angkatan kerja juga tersedia dalam tabel statistik BPS Kota Batam. batam kota.
Angka tersebut memberikan gambaran lebih lengkap dibandingkan hanya melihat persentase pengangguran.
Dari total 656.923 orang angkatan kerja, sebanyak 606.492 orang tercatat bekerja dan 50.431 orang masuk kategori pengangguran.
Dengan demikian, TPT sebesar 7,68 persen berarti sekitar delapan dari setiap 100 orang angkatan kerja berada dalam kategori pengangguran terbuka.
Perkembangan TPT Batam dari 2022 hingga 2024
Untuk membaca arah perkembangan pengangguran, perbandingan sebaiknya menggunakan data Kota Batam dari periode survei yang sama.
Berikut data BPS Kota Batam berdasarkan Sakernas Agustus:
| Tahun | TPT Kota Batam |
|---|---|
| 2022 | 9,56% |
| 2023 | 8,14% |
| 2024 | 7,68% |
Sumber: BPS Kota Batam, Kota Batam Dalam Angka 2025. BPS Web API
Perkembangan TPT Kota Batam
Tingkat Pengangguran Terbuka berdasarkan Sakernas Agustus, 2022–2024.
7,15%7,8%8,45%9,1%9,75%202220232024
Data tersebut memperlihatkan penurunan TPT selama tiga periode pengamatan.
Dari 2022 ke 2023, TPT turun 1,42 poin persentase. Kemudian, dari 2023 ke 2024, turun lagi 0,46 poin persentase.
Penurunan ini menunjukkan berkurangnya proporsi pengangguran dalam angkatan kerja. Namun, data tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh lapangan pekerjaan di Batam mengalami peningkatan kualitas atau bahwa setiap sektor industri menyerap lebih banyak pekerja.
Bagaimana membaca data tenaga kerja Kepulauan Riau tahun 2025?
Untuk memperoleh konteks yang lebih mutakhir, data Kota Batam perlu dibaca bersama publikasi BPS Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam Berita Resmi Statistik yang dirilis 5 November 2025, BPS Provinsi Kepulauan Riau mencatat kondisi ketenagakerjaan berdasarkan Sakernas Agustus 2025 sebagai berikut:
| Indikator | Kepri, Agustus 2025 |
|---|---|
| Angkatan kerja | 1.124.530 orang |
| Penduduk bekerja | 1.051.980 orang |
| TPT | 6,45% |
| TPAK | 68,23% |
| Pekerja formal | 691.680 orang |
| Persentase pekerja formal | 65,75% |
Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Riau, Keadaan Ketenagakerjaan Provinsi Kepulauan Riau Agustus 2025, dirilis 5 November 2025.
Data tersebut menunjukkan bahwa industri pengolahan menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di Kepulauan Riau, yaitu 24,16 persen dari penduduk yang bekerja.
Perlu diperhatikan bahwa angka 6,45 persen merupakan TPT tingkat Provinsi Kepulauan Riau, bukan TPT Kota Batam.
Perbedaan cakupan wilayah ini penting karena kondisi pasar kerja Batam tidak selalu sama dengan kabupaten dan kota lainnya di provinsi tersebut.
Peran Industri dalam Penyerapan Tenaga Kerja Batam
Industri pengolahan menjadi salah satu sektor penting dalam struktur ekonomi Batam. Aktivitas manufaktur, perdagangan, logistik, konstruksi, dan jasa ikut membentuk kebutuhan tenaga kerja di kota ini.
Dalam konteks regional, dominasi industri pengolahan terlihat pada data BPS Kepri Agustus 2025 yang mencatat sektor tersebut menyerap 24,16 persen pekerja. Angka ini berlaku untuk seluruh Provinsi Kepulauan Riau, bukan khusus Kota Batam.
Beberapa karakteristik kebutuhan tenaga kerja yang berkaitan dengan aktivitas industri antara lain:
1. Tenaga kerja manufaktur
Kegiatan produksi membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan teknis dan operasional. Jenis keterampilan yang dibutuhkan dapat berbeda menurut jenis produk dan proses produksi perusahaan.
Contohnya meliputi operator produksi, teknisi, petugas pengendalian mutu, serta tenaga pemeliharaan mesin.
2. Tenaga kerja logistik dan pergudangan
Kegiatan industri membutuhkan dukungan distribusi bahan baku, penyimpanan, pengelolaan inventaris, dan pengiriman barang.
Kebutuhan tenaga kerja pada bidang ini berkaitan dengan aktivitas rantai pasok perusahaan.
3. Tenaga kerja konstruksi
Pengembangan fasilitas industri, bangunan komersial, dan infrastruktur menciptakan kebutuhan tenaga kerja konstruksi.
Pekerjaan pada sektor ini dapat bersifat tetap maupun mengikuti proyek tertentu.
4. Tenaga kerja perdagangan dan jasa
Aktivitas industri juga menghasilkan kebutuhan pendukung di luar kegiatan produksi langsung.
Perdagangan, transportasi, jasa profesional, akomodasi, dan berbagai layanan lainnya merupakan bagian dari ekosistem ekonomi perkotaan.
Meskipun demikian, besarnya aktivitas ekonomi tidak otomatis menunjukkan jumlah lowongan yang tersedia. Untuk mengetahui permintaan tenaga kerja secara langsung, diperlukan data lowongan, penempatan tenaga kerja, dan kebutuhan perusahaan.
Mengapa Pengangguran Masih Perlu Diperhatikan?
Penurunan TPT bukan berarti persoalan ketenagakerjaan sudah selesai. Ada beberapa aspek lain yang perlu diperhatikan ketika membaca data tenaga kerja Batam.
1. Kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri
Perusahaan membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai dengan pekerjaan yang tersedia.
Pencari kerja yang memiliki pendidikan formal belum tentu langsung memenuhi persyaratan teknis perusahaan. Keterampilan operasional, kemampuan menggunakan teknologi, pengalaman, dan sertifikasi dapat menjadi faktor penting dalam proses rekrutmen.
Karena itu, angka pengangguran perlu dibaca bersama informasi pendidikan dan keterampilan tenaga kerja.
2. Persaingan mendapatkan pekerjaan
Batam merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi di Kepulauan Riau. Daya tarik sektor industri dan jasa membuat pasar kerja di kota ini perlu dipahami dalam konteks mobilitas penduduk dan pencari kerja.
Namun, untuk mengukur pengaruh migrasi terhadap pengangguran, diperlukan data khusus mengenai migrasi, penduduk usia kerja, dan karakteristik pencari kerja. Tidak tepat menyimpulkan bahwa peningkatan pengangguran semata-mata disebabkan oleh kedatangan penduduk dari luar Batam.
3. Kualitas pekerjaan
Seseorang yang tercatat bekerja belum tentu memiliki pekerjaan dengan pendapatan, jam kerja, atau kepastian kerja yang sesuai harapan.
Karena itu, analisis ketenagakerjaan sebaiknya tidak berhenti pada indikator jumlah orang bekerja.
Beberapa indikator tambahan yang perlu diperhatikan adalah:
- Status pekerjaan utama.
- Jumlah jam kerja.
- Pekerja penuh waktu dan paruh waktu.
- Setengah pengangguran.
- Pekerja formal dan informal.
- Tingkat upah atau pendapatan.
- Lapangan usaha dan jenis pekerjaan.
BPS menggunakan indikator-indikator tersebut untuk memberikan gambaran lebih luas mengenai kondisi pekerja.
4. Perbedaan kesempatan kerja antarkelompok
Angka pengangguran secara keseluruhan dapat menyembunyikan perbedaan kondisi antarkelompok usia, jenis kelamin, pendidikan, dan wilayah tempat tinggal.
Sebagai contoh, tabel BPS Kota Batam tahun 2024 menunjukkan TPT menurut kelompok umur yang berbeda-beda.
| Kelompok umur | TPT 2024 |
|---|---|
| 15–19 tahun | 31,29% |
| 20–24 tahun | 13,73% |
| 25–29 tahun | 12,20% |
| 30–34 tahun | 3,29% |
| 35–39 tahun | 2,97% |
| 40–44 tahun | 3,03% |
| 45–49 tahun | 3,75% |
| 50–54 tahun | 6,08% |
| 55–59 tahun | 0,68% |
| 60 tahun ke atas | 14,98% |
Sumber: BPS Kota Batam, Angkatan Kerja Menurut Kelompok Umur, 2024. Satuan: persen. Badan Pusat Statistik Kota Batam
Data ini memperlihatkan bahwa pengangguran tidak tersebar secara merata pada setiap kelompok usia.
TPT kelompok usia 15–19 tahun mencapai 31,29 persen, sedangkan kelompok usia 30–34 tahun tercatat 3,29 persen.
Angka tersebut dapat menjadi bahan untuk memahami tantangan transisi dari pendidikan menuju dunia kerja. Namun, data ini tidak dengan sendirinya membuktikan penyebab tingginya pengangguran pada kelompok usia tertentu.
Cara Membaca Data Tenaga Kerja Batam dengan Benar
Masyarakat yang ingin menggunakan statistik ketenagakerjaan sebaiknya mengikuti beberapa langkah agar tidak salah menafsirkan angka.
Langkah 1: Periksa sumber data
Prioritaskan publikasi resmi BPS Kota Batam dan BPS Provinsi Kepulauan Riau.
Beberapa jenis sumber yang dapat digunakan meliputi:
- Berita Resmi Statistik.
- Kota Batam Dalam Angka.
- Statistik Ketenagakerjaan.
- Tabel statistik angkatan kerja.
- Publikasi keadaan angkatan kerja.
Pastikan angka yang dikutip benar-benar berasal dari tabel atau publikasi yang sesuai.
Langkah 2: Periksa periode pengukuran
Perhatikan apakah data berasal dari Sakernas Februari atau Agustus.
Kedua periode tersebut merupakan pengamatan yang berbeda. Jika ingin membuat perbandingan, gunakan periode yang sama agar hasilnya lebih konsisten.
Contohnya:
- Agustus 2022 dibandingkan Agustus 2023.
- Agustus 2023 dibandingkan Agustus 2024.
- Agustus 2024 dibandingkan Agustus 2025.
Hindari membandingkan data Februari suatu tahun dengan Agustus tahun berikutnya tanpa menjelaskan perbedaan periodenya.
Langkah 3: Pastikan cakupan wilayah
Baca keterangan wilayah sebelum menggunakan angka.
| Sumber | Cakupan |
|---|---|
| BPS Kota Batam | Kota Batam |
| BPS Provinsi Kepulauan Riau | Seluruh Provinsi Kepulauan Riau |
| BPS Indonesia | Nasional |
Data tingkat provinsi tidak boleh ditulis sebagai data khusus Kota Batam.
Begitu juga angka nasional tidak dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi pengangguran lokal tanpa penjelasan.
Langkah 4: Periksa definisi indikator
Pastikan pembaca mengetahui apakah angka yang ditampilkan merupakan:
- Jumlah penduduk bekerja.
- Jumlah pengangguran.
- Jumlah angkatan kerja.
- TPAK.
- TPT.
- Persentase pekerja formal.
Setiap indikator memiliki pembilang, penyebut, dan makna yang berbeda.
Langkah 5: Bandingkan angka yang sejenis
Jika ingin mengetahui apakah pengangguran meningkat atau menurun, gunakan indikator yang sama dari periode yang sebanding.
Misalnya, bandingkan TPT Agustus 2023 dengan TPT Agustus 2024.
Jangan membandingkan jumlah penduduk bekerja pada satu periode dengan persentase pengangguran pada periode lainnya.
Langkah 6: Perhatikan perubahan kualitas pekerjaan
Setelah mengetahui jumlah pengangguran, periksa indikator lain seperti jam kerja, status pekerjaan, pendidikan, dan lapangan usaha.
Langkah ini membantu menghasilkan analisis yang lebih menyeluruh daripada hanya menggunakan satu angka statistik.
Di Mana Mendapatkan Data Tenaga Kerja Batam?
Masyarakat dapat mengakses informasi ketenagakerjaan melalui beberapa kanal resmi.
1. BPS Kota Batam
menyediakan publikasi, tabel statistik, dan Berita Resmi Statistik. Sumber ini menjadi rujukan utama untuk mengetahui indikator ketenagakerjaan pada tingkat kota.
2. BPS Provinsi Kepulauan Riau
menyediakan data dan publikasi statistik untuk seluruh wilayah provinsi, termasuk informasi pasar tenaga kerja dan pengangguran.
3. Pemerintah Kota Batam
dapat digunakan untuk menelusuri informasi kebijakan, program pembangunan, dan kegiatan pemerintah yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.
4. Dinas Tenaga Kerja Kota Batam
Informasi dari instansi ketenagakerjaan daerah dapat melengkapi data statistik BPS, terutama terkait program pelatihan, penempatan tenaga kerja, dan pelayanan ketenagakerjaan.
Perlu dibedakan bahwa statistik BPS menggambarkan kondisi pasar kerja melalui survei, sedangkan data administrasi pemerintah menggambarkan kegiatan atau layanan yang tercatat oleh instansi. Kedua jenis data tersebut tidak selalu memiliki cakupan dan metode penghitungan yang sama.
Apa Manfaat Data Ketenagakerjaan bagi Pencari Kerja dan Perusahaan?
Data tenaga kerja Batam dapat digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat dengan tujuan berbeda.
Bagi pencari kerja
Pencari kerja dapat menggunakan statistik sebagai bahan untuk:
- Mengenali kelompok usia yang menghadapi tantangan pengangguran.
- Memahami karakter ekonomi dan lapangan usaha daerah.
- Menentukan keterampilan yang perlu dikembangkan.
- Mempertimbangkan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan.
- Memahami bahwa persaingan kerja tidak hanya dipengaruhi jumlah lowongan.
Data statistik tidak dapat menunjukkan perusahaan mana yang sedang membuka lowongan. Untuk kebutuhan tersebut, pencari kerja tetap harus memeriksa informasi rekrutmen dari perusahaan dan kanal penempatan kerja resmi.
Bagi perusahaan
Perusahaan dapat memanfaatkan data ketenagakerjaan untuk memahami kondisi pasar tenaga kerja secara umum.
Beberapa kegunaannya antara lain:
- Membaca karakteristik angkatan kerja.
- Memahami struktur lapangan usaha.
- Menilai kebutuhan pengembangan keterampilan.
- Menyusun strategi rekrutmen.
- Memperhatikan kondisi ketenagakerjaan regional.
Namun, angka tingkat pengangguran tidak dapat langsung digunakan untuk menentukan jumlah kandidat yang tersedia untuk suatu posisi tertentu. Analisis kebutuhan tenaga kerja tetap membutuhkan data kompetensi, pengalaman, dan ketersediaan kandidat.
Bagi pemerintah dan lembaga pendidikan
Pemerintah daerah serta lembaga pendidikan dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengevaluasi kesesuaian pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja.
Jika data menunjukkan adanya tantangan pengangguran pada kelompok usia muda, misalnya, program transisi sekolah ke dunia kerja dapat menjadi salah satu bidang yang perlu dikaji.
Akan tetapi, penentuan program harus didukung penelitian dan data yang lebih rinci, bukan hanya satu indikator TPT.
Kesimpulan
Data tenaga kerja Batam perlu dibaca melalui beberapa indikator, bukan hanya angka pengangguran. Angkatan kerja, jumlah penduduk bekerja, TPAK, TPT, dan karakteristik lapangan usaha memberikan gambaran yang saling melengkapi mengenai kondisi pasar kerja.
Data BPS Kota Batam menunjukkan bahwa TPT turun dari 9,56 persen pada Agustus 2022 menjadi 7,68 persen pada Agustus 2024. Sementara itu, BPS Provinsi Kepulauan Riau mencatat TPT sebesar 6,45 persen pada Agustus 2025 untuk cakupan seluruh provinsi.
Industri pengolahan juga memiliki peran penting dalam penyerapan tenaga kerja regional, dengan kontribusi 24,16 persen terhadap jumlah penduduk bekerja di Kepulauan Riau pada Agustus 2025.
Bagi masyarakat, memahami data tersebut membantu melihat kondisi ekonomi Batam secara lebih objektif. Bagi pencari kerja, statistik dapat menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan kompetensi. Bagi perusahaan dan pemerintah, data dapat mendukung perencanaan tenaga kerja serta kebijakan pengembangan sumber daya manusia.
Hal terpenting adalah selalu memeriksa periode, cakupan wilayah, definisi indikator, dan sumber sebelum menarik kesimpulan dari angka ketenagakerjaan.
FAQ
1. Berapa tingkat pengangguran di Kota Batam?
Berdasarkan Sakernas Agustus 2024, Tingkat Pengangguran Terbuka Kota Batam tercatat sebesar 7,68 persen menurut BPS Kota Batam. Angka ini merupakan data tingkat kota, bukan tingkat Provinsi Kepulauan Riau.
2. Apa yang dimaksud dengan angkatan kerja?
Angkatan kerja adalah penduduk berusia 15 tahun ke atas yang bekerja atau menganggur. Kelompok ini berbeda dari seluruh penduduk usia kerja karena sebagian penduduk tidak sedang bekerja maupun mencari pekerjaan.
3. Apa perbedaan TPT dan TPAK?
TPT mengukur persentase pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja. Sementara itu, TPAK mengukur persentase angkatan kerja terhadap seluruh penduduk usia kerja. Keduanya digunakan untuk memahami kondisi pasar tenaga kerja.
4. Sektor apa yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Kepulauan Riau?
Berdasarkan Sakernas Agustus 2025, industri pengolahan merupakan lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di Provinsi Kepulauan Riau, yaitu 24,16 persen dari penduduk yang bekerja. Angka ini berlaku untuk tingkat provinsi.
5. Di mana masyarakat bisa melihat data tenaga kerja Batam?
Masyarakat dapat mengakses data melalui website resmi BPS Kota Batam. Di sana tersedia publikasi, tabel statistik, dan Berita Resmi Statistik mengenai ketenagakerjaan.
